Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Harga minyak pada Kamis mengalami kenaikan seiring berlanjutnya spekulasi mengenai hasil perundingan Iran dan Oman serta kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Harga minyak Brent naik 46 sen menjadi 79,91 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate, WTI, Amerika Serikat naik 36 sen menjadi 75,58 dolar AS per barel.
Pada saat yang sama, pernyataan Donald Trump mengenai positifnya proses perundingan dengan Iran dan kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz turut memengaruhi sentimen pasar.
Di sisi lain, kekhawatiran atas keamanan pasokan energi meningkat setelah pasukan Ansharullah Yaman mengumumkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah dan Teluk Aden.
Data perusahaan Kpler juga menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb menurun secara signifikan. Hanya dua kapal tercatat melewati Selat Hormuz dan satu kapal melewati Bab el-Mandeb, angka yang menunjukkan penurunan cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya.
Pasar emas juga melanjutkan penguatan untuk sesi keempat berturut-turut. Harga emas spot naik 0,2 persen menjadi 4.254,98 dolar AS per ons, level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.
Kontrak berjangka emas di Amerika Serikat juga naik 0,2 persen menjadi 4.312,80 dolar AS. Sebaliknya, indeks dolar sedikit menguat, sementara peluang kenaikan suku bunga Amerika pada September turun dari 67 persen menjadi 55 persen.
Di pasar saham, indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,4 persen dan mencetak rekor baru. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang tertekan oleh pelemahan saham-saham teknologi dan ditutup turun 0,9 persen.
Bursa-bursa di negara-negara Teluk juga menutup perdagangan hari sebelumnya dengan penguatan, didorong harapan atas kemajuan proses perundingan dan meredanya ketegangan kawasan.
Komentar Anda